Waktu ke Singapura akhir Mei lalu, saya sengaja ingin mencari budget hotel dengan harga yang masuk akal dan punya lokasi cukup strategis, toh aktivitasnya bakal lebih banyak diluar hotel. Dari rekomendasi teman-teman sekalian, pilihan saya akhirnya jatuh di New 7th Storey Hotel - Bugis (www.nsshotel.com.sg). Apa mau dikata, walaupun saya sudah melakukan reservasi via internet sekitar dua minggu sebelumnya kelihatannya NSS Hotel termasuk laris manis, minimal harus reservasi 1 bulan di muka! Pujian banyak orang ternyata tidak salah. Sekalipun dalam kondisi penuh, mereka tetap membalas email reservasi saya dengan amat sangat profesional, bahkan memberikan rekomendasi ke 5 hotel lain dalam satu wilayah. Sekaligus memberikan pesan jika dari rekomendasi yang mereka ajukan kondisinya tetap fully booked maka dengan senang hati mereka berjanji untuk mencarikan hotel lain hingga saya tetap dapat tempat. Wow, extraordinary hospitality!
Dari beberapa rekomendasi akhirnya saya memilih South East Asia (SEA) Hotel yang lokasinya menurut saya cukup unik : bersebelahan dengan Kwan Im Temple, tepat di jantung Bugis distrik. Dari dulu saya selalu suka berkunjung ke Bugis area baik untuk jalan-jalan maupun berkeliling pasarnya, mencari chinese herbs dan buah-buahan segar dengan harga yang murah. Bangunan sederhana berlantai empat ini memang persis terletak di samping kuil. Diseberangnya adalah pasar tradisional sementara langsung di muka hotel adalah pedestrian yang ramai dengan penjual kembang, jajanan, barang-barang unik hingga tukang obat. Rasanya persis tinggal di tengah keramaian Pancoran - Glodok dalam lingkungan yang lebih tertata, seru!
Karena hotel ini tidak mempunyai drop off lobby, akses dengan taksi bisa melalui Bencoolen Link dibelakang Skyline Building yang tembus hingga ke Bencoolen St, dimana Summer View hotel berada atau melalui drop off di Fortune Center, dekat Sri Mariaman (Hindhus) Temple. Dari kedua akses tersebut kita tinggal jalan kaki sedikit dan segera sampai di beranda utama SEA Hotel. Bis atau MRT bisa diakses dari Bugis Junction, kalau berjalan kaki tanpa barang bawaan kira-kira 5-8 menit. Ruang tamu hotel hanya terdiri dari dua wrought iron armchair, karena begitu kita sampai harus dengan segera melapor kepada petugas yang siap sedia di balik reception desk. Kalau di hotel lain pembayaran dilakukan pada waktu check out, maka SEA Hotel menerapkan sistem PIA (payment in advance), cash only, dan dilakukan setiap hari (pagi hari) dan waktu pertama check in. Mereka juga tidak menerima pembayaran kartu kredit, yang telah diinformasikan sebelumnya dengan detail via email. Daftar tamu pun hanya dicatat dalam sebuah buku panjang bergaris, tapi jangan meragukan efisiensinya karena detail dan special request tercatat dengan apik. Apapun permintaan tamu akan selalu diingat untuk follow up. Walaupun jadwal kedatangan meleset cukup jauh dari ETD yang saya informasikan, setelah berbicara via telp mereka tetap berjanji untuk menunggu dan tidak melepaskan reservasi kepada yang lain, padahal saya belum bayar DP apapun kepada mereka.
Di samping ruang tamu terdapat lift mungil, cukup untuk mengangkut 5-6 orang dengan barang bawaan yang minim. Alternatif lain menggunakan tangga biasa yang cukup nyaman sekalian olahraga naik turun tangga, toh saat itu kebetulan kamar saya di lantai 2. Di lantai 2 dekat tangga tersedia timbangan berukuran besar, entah untuk menimbang orang / barang saya kira ini adalah amenity yang cerdas. Seringkali pelancong dipusingkan dengan jumlah beban bawaan sehubungan peraturan penerbangan yang terbatas. Dengan adanya timbangan ini setidaknya bisa dikira-kira dulu apakah barang bawaan sudah berlebih atau masih ada tempat cadangan.
Ada dua tipe kamar yang tersedia : single/double dan triple occupancy. Family room yang mampu memuat empat orang tersedia dalam jumlah yang lebih terbatas. Kamar superior double yang saya tempati cukup luas dengan plafon relatif tinggi dan sebuah ceiling fan tergantung di tengah ruangan. AC window terpasang di dinding yang menghadap ke bangunan sebelah, pemandangan kamarnya sih memang cuma tembok bangunan. Amenities yang tersedia antara lain, dressing table & chair, dua buah kursi dan coffee table (lounge set), televisi, mini refrigerator, dan hair dryer. Sachet kopi dan teh juga disediakan. Dengan lantai karpet, suasana kamar dan kamar mandi yang kelihatan baru direnovasi relatif bersih. Ada kloset, wastafel dan attached shower dgn selang flexible, handuk tersedia sesuai jumlah tamu yang menginap. Setelah membaca sepotong review di internet sebelumnya, memang masih terasa jejak 'dupa (incense)' dari kuil sebelah yang melekat di dinding dan ruangan, tapi begitu AC dinyalakan remang-remang hilang sudah. Untuk sebuah hotel yang telah berdiri sejak 1953, kenyamanan dan kebersihan kamarnya 'patut dipoedjiken'. Telepon lokal (hospitality phone) tersedia dekat reception (local calls free of charge), sementara untuk sambungan telepon internasional disarankan untuk membeli kartu telepon yang juga dijual di reception.
Paginya saya tidak mau ketinggalan mencicipi sarapan yang tersedia di ruang makan lantai satu. Karena mereka juga mengoperasikan resto vegetarian populer dalam satu atap (Kwan Im Restaurant), otomatis menu sarapan pastinya aneka hidangan vegetarian. Beberapa yang tersedia diantaranya : bihun, nasi, dan mie goreng, bapau isi talas, kue wortel, gorengan sayur, bubur ubi, dll semuanya disajikan buffet dan hampir rata-rata rasanya enak, tidak seperti yang sering saya bayangkan selama ini. Ditemani secangkir ti kuan yin atau kopi, rasanya tidak ada yang bisa diargumentasi lebih lanjut kecuali senyuman puas.
Dari hotel saya tinggal berjalan kaki 3 menit ke Sim Lim Square, pusat elektronik dan gagdet murah. Buka pintu sedikit cukup menyeberang ke pasar yang menjual chinese goods & herbs seperti abalone, teripang kering, daun bambu kering, teh bunga krisan dan rosebud, kacang-kacangan (raw pistachio, dll). Berjalan kaki 5 menit sampai di Bugis market yang menjual baju, tas, CD, dan terutama buah-buahan segar kualitas prima seperti jambu, fresh cherry, strawberry jumbo, durian, dll dengan harga yang murah. Di depannya amlah terdapat food court dengan macam2 makanan seperti yong tofu, char kway teow, hainan chicken rice, dll. Kalau mau jalan 10-15 menit, Chijmes bisa dicapai dengan santai. Dekat hotel malah terdapat Stamford Arts Center yang bergaya art deco dengan cat warna warni.
Dengan lokasi yang amat prima di jantung Bugis hotel ini kelihatannya dirancang untuk pelancong independen yang tidak manja dengan pelayanan dan keistimewaan lain, fasilitas bell boy tidak tersedia lho. Tapi amat sangat cukup untuk kebutuhan standar dengan pelayanan yang sangat efisien. Kalau tidak salah mereka juga menyediakan ruang massal untuk para backpackers. Kapan-kapan saya mau nginap disini lagi, ah!
South East Asia Hotel (**)
190 Waterloo St - Singapore 187965
Ph (65) 6338 2394, Fax (65) 6338 3480
Website :
http://www.seahotel.com.sgEnquiries : enquiries@seahotel.com.sg
Reservation : reservation@seahotel.com.sg
Tarif promo (Mei - Juni 2007) :
- Std Single / Double : SGD 77 nett
- Superior Single : SGD 88 nett (with lounge set)
- Triple : SGD 95 nett
- Family : SGD 118 nett (up to 4 person)
- Extra bed : SGD 15 nett
Facts :
- Taxi fare from airport SGD 17 - 20 ; 20 minutes drive
- MRT fare SGD 2, also serves the airport ; station : Bugis - East Line (Green) *cmiiw*
- Shuttle service from airport availabe for 30 min intervals from 7am - 11 pm ; fare SGD 7
Lokasi : *****5
Tarif : ****4
Kebersihan : ****4
Efisiensi : *****4
Pelayanan : ****4