Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Posted by grace on Sep 4, '07 5:40 AM for everyone
Waktu ke Singapura akhir Mei lalu, saya sengaja ingin mencari budget hotel dengan harga yang masuk akal dan punya lokasi cukup strategis, toh aktivitasnya bakal lebih banyak diluar hotel. Dari rekomendasi teman-teman sekalian, pilihan saya akhirnya jatuh di New 7th Storey Hotel - Bugis (www.nsshotel.com.sg). Apa mau dikata, walaupun saya sudah melakukan reservasi via internet sekitar dua minggu sebelumnya kelihatannya NSS Hotel termasuk laris manis, minimal harus reservasi 1 bulan di muka! Pujian banyak orang ternyata tidak salah. Sekalipun dalam kondisi penuh, mereka tetap membalas email reservasi saya dengan amat sangat profesional, bahkan memberikan rekomendasi ke 5 hotel lain dalam satu wilayah. Sekaligus memberikan pesan jika dari rekomendasi yang mereka ajukan kondisinya tetap fully booked maka dengan senang hati mereka berjanji untuk mencarikan hotel lain hingga saya tetap dapat tempat. Wow, extraordinary hospitality!

Dari beberapa rekomendasi akhirnya saya memilih South East Asia (SEA) Hotel yang lokasinya menurut saya cukup unik : bersebelahan dengan Kwan Im Temple, tepat di jantung Bugis distrik. Dari dulu saya selalu suka berkunjung ke Bugis area baik untuk jalan-jalan maupun berkeliling pasarnya, mencari chinese herbs dan buah-buahan segar dengan harga yang murah. Bangunan sederhana berlantai empat ini memang persis terletak di samping kuil. Diseberangnya adalah pasar tradisional sementara langsung di muka hotel adalah pedestrian yang ramai dengan penjual kembang, jajanan, barang-barang unik hingga tukang obat. Rasanya persis tinggal di tengah keramaian Pancoran - Glodok dalam lingkungan yang lebih tertata, seru!

Karena hotel ini tidak mempunyai drop off lobby, akses dengan taksi bisa melalui Bencoolen Link dibelakang Skyline Building yang tembus hingga ke Bencoolen St, dimana Summer View hotel berada atau melalui drop off di Fortune Center, dekat Sri Mariaman (Hindhus) Temple. Dari kedua akses tersebut kita tinggal jalan kaki sedikit dan segera sampai di beranda utama SEA Hotel. Bis atau MRT bisa diakses dari Bugis Junction, kalau berjalan kaki tanpa barang bawaan kira-kira 5-8 menit. Ruang tamu hotel hanya terdiri dari dua wrought iron armchair, karena begitu kita sampai harus dengan segera melapor kepada petugas yang siap sedia di balik reception desk. Kalau di hotel lain pembayaran dilakukan pada waktu check out, maka SEA Hotel menerapkan sistem PIA (payment in advance), cash only, dan dilakukan setiap hari (pagi hari) dan waktu pertama check in. Mereka juga tidak menerima pembayaran kartu kredit, yang telah diinformasikan sebelumnya dengan detail via email. Daftar tamu pun hanya dicatat dalam sebuah buku panjang bergaris, tapi jangan meragukan efisiensinya karena detail dan special request tercatat dengan apik. Apapun permintaan tamu akan selalu diingat untuk follow up. Walaupun jadwal kedatangan meleset cukup jauh dari ETD yang saya informasikan, setelah berbicara via telp mereka tetap berjanji untuk menunggu dan tidak melepaskan reservasi kepada yang lain, padahal saya belum bayar DP apapun kepada mereka.

Di samping ruang tamu terdapat lift mungil, cukup untuk mengangkut 5-6 orang dengan barang bawaan yang minim. Alternatif lain menggunakan tangga biasa yang cukup nyaman sekalian olahraga naik turun tangga, toh saat itu kebetulan kamar saya di lantai 2. Di lantai 2 dekat tangga tersedia timbangan berukuran besar, entah untuk menimbang orang / barang saya kira ini adalah amenity yang cerdas. Seringkali pelancong dipusingkan dengan jumlah beban bawaan sehubungan peraturan penerbangan yang terbatas. Dengan adanya timbangan ini setidaknya bisa dikira-kira dulu apakah barang bawaan sudah berlebih atau masih ada tempat cadangan.

Ada dua tipe kamar yang tersedia : single/double dan triple occupancy. Family room yang mampu memuat empat orang tersedia dalam jumlah yang lebih terbatas. Kamar superior double yang saya tempati cukup luas dengan plafon relatif tinggi dan sebuah ceiling fan tergantung di tengah ruangan. AC window terpasang di dinding yang menghadap ke bangunan sebelah, pemandangan kamarnya sih memang cuma tembok bangunan. Amenities yang tersedia antara lain, dressing table & chair, dua buah kursi dan coffee table (lounge set), televisi, mini refrigerator, dan hair dryer. Sachet kopi dan teh juga disediakan. Dengan lantai karpet, suasana kamar dan kamar mandi yang kelihatan baru direnovasi relatif bersih. Ada kloset, wastafel dan attached shower dgn selang flexible, handuk tersedia sesuai jumlah tamu yang menginap. Setelah membaca sepotong review di internet sebelumnya, memang masih terasa jejak 'dupa (incense)' dari kuil sebelah yang melekat di dinding dan ruangan, tapi begitu AC dinyalakan remang-remang hilang sudah. Untuk sebuah hotel yang telah berdiri sejak 1953, kenyamanan dan kebersihan kamarnya 'patut dipoedjiken'. Telepon lokal (hospitality phone) tersedia dekat reception (local calls free of charge), sementara untuk sambungan telepon internasional disarankan untuk membeli kartu telepon yang juga dijual di reception.

Paginya saya tidak mau ketinggalan mencicipi sarapan yang tersedia di ruang makan lantai satu. Karena mereka juga mengoperasikan resto vegetarian populer dalam satu atap (Kwan Im Restaurant), otomatis menu sarapan pastinya aneka hidangan vegetarian. Beberapa yang tersedia diantaranya : bihun, nasi, dan mie goreng, bapau isi talas, kue wortel, gorengan sayur, bubur ubi, dll semuanya disajikan buffet dan hampir rata-rata rasanya enak, tidak seperti yang sering saya bayangkan selama ini. Ditemani secangkir ti kuan yin atau kopi, rasanya tidak ada yang bisa diargumentasi lebih lanjut kecuali senyuman puas.

Dari hotel saya tinggal berjalan kaki 3 menit ke Sim Lim Square, pusat elektronik dan gagdet murah. Buka pintu sedikit cukup menyeberang ke pasar yang menjual chinese goods & herbs seperti abalone, teripang kering, daun bambu kering, teh bunga krisan dan rosebud, kacang-kacangan (raw pistachio, dll). Berjalan kaki 5 menit sampai di Bugis market yang menjual baju, tas, CD, dan terutama buah-buahan segar kualitas prima seperti jambu, fresh cherry, strawberry jumbo, durian, dll dengan harga yang murah. Di depannya amlah terdapat food court dengan macam2 makanan seperti yong tofu, char kway teow, hainan chicken rice, dll. Kalau mau jalan 10-15 menit, Chijmes bisa dicapai dengan santai. Dekat hotel malah terdapat Stamford Arts Center yang bergaya art deco dengan cat warna warni.

Dengan lokasi yang amat prima di jantung Bugis hotel ini kelihatannya dirancang untuk pelancong independen yang tidak manja dengan pelayanan dan keistimewaan lain, fasilitas bell boy tidak tersedia lho. Tapi amat sangat cukup untuk kebutuhan standar dengan pelayanan yang sangat efisien. Kalau tidak salah mereka juga menyediakan ruang massal untuk para backpackers. Kapan-kapan saya mau nginap disini lagi, ah!

South East Asia Hotel (**)
190 Waterloo St - Singapore 187965
Ph (65) 6338 2394, Fax (65) 6338 3480
Website : http://www.seahotel.com.sg
Enquiries : enquiries@seahotel.com.sg
Reservation : reservation@seahotel.com.sg

Tarif promo (Mei - Juni 2007) :
- Std Single / Double : SGD 77 nett
- Superior Single : SGD 88 nett (with lounge set)
- Triple : SGD 95 nett
- Family : SGD 118 nett (up to 4 person)
- Extra bed : SGD 15 nett

Facts :
- Taxi fare from airport SGD 17 - 20 ; 20 minutes drive
- MRT fare SGD 2, also serves the airport ; station : Bugis - East Line (Green) *cmiiw*
- Shuttle service from airport availabe for 30 min intervals from 7am - 11 pm ; fare SGD 7

Lokasi : *****5
Tarif : ****4
Kebersihan : ****4
Efisiensi : *****4
Pelayanan : ****4

fasade
 2 Comments 
another fasade
  
entrance
  
lounge set
  
twin bed
 1 Comment 
dressing table
  
lemari
 2 Comments 
shower & wastafel
  
closet
 3 Comments 
ruang makan
  
buffet table
  
buffet menu
  
bapau, mantau, dll
 4 Comments 
bubur ubi
 6 Comments 
soun goreng & kue wortel
 2 Comments 
sisa kue dari ikea
  
kwan im temple
 1 Comment 
stamford arts center
  
stamford arts center (2)
 2 Comments 


42 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bookshop wrote on Sep 4, '07
Unik nih Grez. Ubi dimasak sama bubur gitu?
graceque wrote on Sep 4, '07
kayaknya sih gitu pen krn mereka kan ga pake daging. di brilliant jakarta juga ada bubur ubi enak deh, tastenya jadi lebih manis dibanding bubur beras yg agak plain.
d3li4 wrote on Sep 4, '07
rapih ya gak ada tiang listrik, sistem bawah tanah juga toh kabel2nya
ronn1 wrote on Sep 4, '07
Grez, bau nggak hotelnya ?
erm718 wrote on Sep 4, '07
hi Grace, salam kenal ya :)
bulan Mei aku & family (3 org) nginep di Oxford hotel yg lokasinya juga di daerah Bugis (deket dgn hotel ini) & not bad lah meskipun rada sempit... breakfast buffetnya memang enak2 :)
peminumkopi wrote on Sep 4, '07
serius loe gres sarapan segini doang? atau ini sengaja untuk difoto biar gak keliatan maruk?
bookshop wrote on Sep 4, '07
serius loe gres sarapan segini doang? atau ini sengaja untuk difoto biar gak keliatan maruk?
ahahahah! sempet mo tanya sih tadinya, ini piring sapa? :p
oleole wrote on Sep 4, '07
Gres, ini disblh Kwan-Yin temple itu ya ?
oleole wrote on Sep 4, '07
lemari apa koper ? hi hi hi
ruslikuwanto wrote on Sep 4, '07
gres beralih dari re-re ke ho-re. bentar lagi ruduk-re :p
oleole wrote on Sep 4, '07
nah, tadi sblm liat foto ini, gw tebak sblh temple yg terkenal ini
sintalucia wrote on Sep 4, '07
Ubi dimasak sama bubur gitu?
Ven, kebiasaan makan bubur ubi juga ada di keluarga gw. Ubi (kuning) dipotong kecil-kecil dan dimasak dengan bubur putih. Potongan ubi yang manis memberikan rasa yang pas barengan bubur yang tawar ^^
maskha wrote on Sep 5, '07
maksutnya apa poto2 kloset sgala??? ;))
bookshop wrote on Sep 5, '07
Ubi (kuning) dipotong kecil-kecil dan dimasak dengan bubur putih.
Thanks Sintul. Kapan2 gue coba :D
graceque wrote on Sep 5, '07
d3li4 said
rapih ya gak ada tiang listrik, sistem bawah tanah juga toh kabel2nya
perhatiin aja del gua malah ga ngeh :P
graceque wrote on Sep 5, '07
ronn1 said
Grez, bau nggak hotelnya ?
waktu buka kamar sih *dlm keadaan ac blm nyala* sempet semriwing kayak bau hotel tua gitu trus gue inget ada yg repiu kayak bau incense dari temple yg nempel di dinding *th 1953 bow*. should be ok sih, waktu ac nyala ilang kok baunya. ga nempel sampe ke sarung bantal/sprei :D
graceque wrote on Sep 5, '07
erm718 said
hi Grace, salam kenal ya :)
bulan Mei aku & family (3 org) nginep di Oxford hotel yg lokasinya juga di daerah Bugis (deket dgn hotel ini) & not bad lah meskipun rada sempit... breakfast buffetnya memang enak2 :)
halo mbak elika, oxford hotel persisnya di sebelah mana ya? keliatannya banyak budget hotel yang asik nih di daerah bugis :)
kiwienjoy wrote on Sep 5, '07
Itu Soun atau Mie Grace ?
graceque wrote on Sep 5, '07
serius loe gres sarapan segini doang? atau ini sengaja untuk difoto biar gak keliatan maruk?
ini kan sarapan hotel yang bisa bikin bosen, udahannya gue masih jajan lagi di depan jalan :P
graceque wrote on Sep 5, '07
ahahahah! sempet mo tanya sih tadinya, ini piring sapa? :p
hari ketiga sih sengaja dikitan pen soalnya mo diajak sarapan sama flona ;)) ;)) ;))
graceque wrote on Sep 5, '07
oleole said
Gres, ini disblh Kwan-Yin temple itu ya ?
bener Le, sebelahnya banget. jam 10 pagi gitu yah yang jual kembang udah rame + orang2 yg mau sembahyang. nah kacak 1 bangunan kalo ga salah, langsung kuil hindhu mariaman itu, jadinya pedestrian situ selalu penuh sama orang. seru..
graceque wrote on Sep 5, '07
oleole said
lemari apa koper ? hi hi hi
lemari berkoper :P lumayan gede juga lho lemarinya, tadinya mah bayangan gue belom tentu ada hahahaha
graceque wrote on Sep 5, '07
gres beralih dari re-re ke ho-re. bentar lagi ruduk-re :p
ruduk apa siy rus? gua mah taunya ruswan --> rusli kuwannto *halah*
graceque wrote on Sep 5, '07
Ven, kebiasaan makan bubur ubi juga ada di keluarga gw. Ubi (kuning) dipotong kecil-kecil dan dimasak dengan bubur putih. Potongan ubi yang manis memberikan rasa yang pas barengan bubur yang tawar ^^
enak yah sin? dicampur teri juga asik jadi ada asinnya. apalagi kalo ditaburin bapang *menerawang*
Comment deleted at the request of the author.
graceque wrote on Sep 5, '07
maskha said
maksutnya apa poto2 kloset sgala??? ;))
ga usah tergetar gitu dwong kalo liat kloset :-"
graceque wrote on Sep 5, '07
Itu Soun atau Mie Grace ?
kicky, yang pasti bukan mie sih :) kalo ga soun ya bihun kasar, maap lupa2 inget :D
graceque wrote on Sep 5, '07
sekalian koreksi juga : bangunannya berlantai 5 bukan 4 *mata gue mulai siwer nih :-|*
marchellinus wrote on Sep 5, '07
enak yah sin? dicampur teri juga asik jadi ada asinnya. apalagi kalo ditaburin bapang *menerawang*
bapang asan, tambah tahu kecap, tambah sedikit sayur asin, tambah sambel, tambah bektim, tambah cakwee medan, tambah sate2an .... grace banged dah
oleole wrote on Sep 5, '07
Gres, wuah iya, ini temple 'andalan' gw kalo lg di Sing, kalo mau trip gt gw kesana dulu sembayang (kalo keburu ada waktu), dulu mo ngirim Mimi ke US jg bolak balik kesana sembayang, semoga Mimi diberkati :-D
lidiatanod wrote on Sep 5, '07
wah boljug buat lain kali, ntar gue tanya2 elu ya, thanks :D
oleole wrote on Sep 5, '07
btw, td gw lewat Tiong Baru Market, ada hotel baru diseberangnya, namanya :Link Hotel. Ah, si Nath buka hotel di SIN diem2 nih, takut ditebengin ya ?
graceque wrote on Sep 6, '07
ih acel, kurang banyak ;p
graceque wrote on Sep 6, '07
oleole said
Gres, wuah iya, ini temple 'andalan' gw kalo lg di Sing, kalo mau trip gt gw kesana dulu sembayang (kalo keburu ada waktu), dulu mo ngirim Mimi ke US jg bolak balik kesana sembayang, semoga Mimi diberkati :-D
amiiiinnnnnnnn. eh mimi gak di sin lagi memang? mudah2an banyak berkah. di sebelah hotel ada patung dewa yg ketawa (lupa namanya, happy budha bukan ya?). banyak orang mampir buat ngusap2 perut/mukanya supaya dapet berkah, kali... salam buat mimi & kiki
graceque wrote on Sep 6, '07
wah boljug buat lain kali, ntar gue tanya2 elu ya, thanks :D
siiippp ;)
graceque wrote on Sep 6, '07
oleole said
btw, td gw lewat Tiong Baru Market, ada hotel baru diseberangnya, namanya :Link Hotel. Ah, si Nath buka hotel di SIN diem2 nih, takut ditebengin ya ?
wah nat udah ekspansi aja sama apek2 singapur *kaburr*
erm718 wrote on Sep 22, '07
halo mbak elika, oxford hotel persisnya di sebelah mana ya? keliatannya banyak budget hotel yang asik nih di daerah bugis :)
Oxford Hotel alamatnya di Queens Street, waktu nginep disana kebarengan dgn rombongan tour dari Indo. Saya dulu bookingnya via Asia Travel: http://www.asiatravel.com/singapore/oxford/index.html

memang saya juga lebih seneng nginep di daerah "exotic" macem Bugis drpd di Orchad, lebih asyik shoppingnya ;)
bataviarose wrote on Oct 9, '07
maskha said
maksutnya apa poto2 kloset sgala??? ;))
justru itu salah satu hal terpenting di dalam kamar hotel :))
awam wrote on Dec 24, '07
hayooouuwwww... bobo ma sapa hayooouuwww.... (selidik dot com) =))
deshinta201072 wrote on Jul 23, '09
Salam kenal Grace.. Thx infonya tentang budget hotel ini. Lumayan buat September 2009 nanti..
hanindah wrote on Dec 15, '10
Hai mbak grace, salam kenal.
TFS info South East Asia Hotelnya ya,Mbak. Mau nanya, hotelnya ada jendela nya gak ya,mbak?
Aku mgkn akan ajak balita umur 2 tahun.Kira-kira masih OK kah? Pernah nginep di sini lagi kah? Heu heu
graceque wrote on Dec 16, '10
Halo Hanindah. Jendela ada, viewnya yg gak ada (loteng/roof view). Terkahir menginap disini th 2008 kalo gak salah. Coba cek traveller's review di tripadvisor ataupun yang lain.
Add a Comment